Tampilkan postingan dengan label Belajar Berkarya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Belajar Berkarya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2019

Membuat video dengan green screen


Bagaimana suatu karakter bergerak dalam sebuah dunia yang penuh dengan imajinasi?

Dalam penerapan efek video dan teknologi, kita dapat menciptakan sebuah obyek terhadap virtual background atau latar belakang penuh manipulasi animasi digital. Dimana efek visualisasi tersebut dapat dimanfaatkan dalam membuat karakter seperti Superhero terbang dengan latar belakang langit disekitarnya bahkan membuat dunia fantasi. Dan untuk melakukannya semua itu kita hanya perlu sebuah benda hijau, ya atau dapat kita kenal dengan sebutan “Green Screen”.



Salah satu rahasianya adalah dengan mengambil subjek dari dunia nyata dan menempatkannya pada area digital dalam hal ini disebut Chromakey, atau pada area hijau. Pada artikel ini kita akan membahas bagaimana green screen bekerja terhadap area komposit digital backdrop.

 Apa itu Keying?

Keying adalah proses mengisolasi satu warna atau nilai kecerahan terhadap gambar elektronik dengan menggunakan perangkat lunak untuk membuat nilai transparasi, guna untuk menonjolkan pada area obyek utama.
Luminance Keying atau Lumakeying adalah proses input nilai kecerahan dalam jangkauannya, seperti hitam atau putih. Luminance Key sering digunakan untuk menerapkan Mate.
Color Keying atau Chromakeying untuk mengidentifikasikan warna spesifik yang akan dihapus.

Kenapa harus Hijau?

Banyak orang menggunakan istilah chromakeying dan greenscreening, tetapi pada prinsipnya area chrominance key sebenarnya tidak terbatas pada bagian spektrum hijau saja. Bahkan dalam efek visualisasi yang digunakan film Hollywood, layar biru juga banyak digunakan. Intinya kita dapat memasukkan warna apapun; merah, kuning, ungu, merah muda, biru, dan hijau. Jadi kenapa tidak memilih warna merah saja atau ungu untuk dijadikan sebagai screennya? Faktor terbesar adalah kontras. Dalam rangka untuk mengisolasi satu area dari yang lain, warna latar belakang harus jelas berbeda. Jadi warna hijau lah yang lebih efektif menyeimbangkan antara kontras pencahayaan dengan obyek utama.

Apa saja yang diperlukan?

1. Kamera Digital
2. Komputer editing
4. Greenscreen, digunakan sebagai background
3. Tripod, digunakan untuk menstabilkan posisi kamera dari guncangan
4. Lampu, disini kita dapat melakukan pencahayaan dengan menggunakan lampu berjenis kinoflo dan tungsten
5. Light meter, digunakan untuk mengukur kekuatan cahaya

Analisis Teknik
1. Teknik Greenscreen
Penataan green screen sangat berpengaruh dalam proses pengeditan, karena tujuan dari penggunaan layar hijau disini untuk menonjolkan obyek utama sekaligus melakukan blocking terhadap latar belakang sehingga sangat membantu proses pengeditan atau dihilangkan untuk kita ganti dengan obyek yang lain. Teknisnya yaitu dengan menghilangkan layar berwarna hijau tersebut dan mengganti dengan gambar lain melalui software di komputer.

2. Teknik Pencahayaan

Tujuan utama cahaya haruslah menyebar kesemua sudut sehingga mendapatkan tata cahaya yang rata, tempatkan pada sudut yang diinginkan untuk meminimalisir bayangan. Kita juga bisa memanfaatkan cahaya matahari dengan menempatkan lokasi diluar ruangan. Akan tetapi perlu diiingat, hindari obyek utama dari sinar matahari yang jatuh langsung jika tanpa difuser atau reflektor.

3. Teknik Editing

Kita dapat menggunakan software editing video seperti Adobe Premiere. Langkah yang harus dilakukan yaitu mengcapture, memotong video tersebut kemudian lakukan proses rendering. Setelah itu masukkan video yang telah dipotong ke software editing visualisasi Adobe After Effect, susun sesuai storyboard, lalu di chroma key, lanjutkan dengan color correction, terakhir tambahkan animasi atau backgroundya. Setelah semuanya selesai lakukan proses rendering lagi untuk video yang sudah ditambahkan efek visualisasi tersebut.

Read More

Transisi Video ala Sam Kolder


Siapa yang tidak kenal dengan Sam Kolder?
bagi anda penyuka videography pas sangat tidak asing saat mendengar nama Sam Kolder, bagi kalian yang tidak tau siapa itu Sam Kolder. Sam Kolder adalah professinal videographer dan filmmaker yang terkenal dengan visual effect yang keren. Dari Mulai pengabimbilan gambar, transisi, color grading, dan lainnya.
Read More

Cara Color Grading Video


Color Grading

Color grading adalah Pewarnaan gambar,untuk menambah keasn tertentu Contohnya untuk menambah kesan tempo dulu,berarti warna videonya harus berlatar hitam putih,dan sebagainya.
Color grading ini terdiri dari beberapa cara Yaitu color grading dengan cara manual dan cara instan(memakaiLUT).Pertama tama saya akna membagikan cara manual,yaitu dengan Lumetri Color,Perlu kalilan inget Lumetri color ini cuman ada di Adobe premiere pro yang versi cc 2015.

1.Buat new project (dengan file name bebas)

2.Drag video kamu ke Bagian project
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjEH6ASPaMMET4yGysE9Fqk_7xwWaemBHm-QWTFxyrY4Htv6s8DxmVDKLlaPVR4JdwMhK6nZxuHe_xFUZUnPI2a_bMbgMCYteLFTuaBO3Nhaem0Rg6uJ_IdYVsoWVMenaL2unwwVGVJUhA/s400/4.PNG
3.Lalu Drag video dari project ke sequence
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYsAXsFCBRvpapSeI5N1jYuifvV3qWQbhUSSWjjZkJ9bLHsyOmE0cO5GawlNJiOwuCJT48PWz3iclTUyDF2bBJOASw2HzZiVdvkPc-lfSnw7HqOHBSegYCho04EVuAwSgfly8iVOP1Wt0/s400/5.PNG
4.Nah sekarang kita ke menu effect
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhdnVXK6Ja1IInrYNV6IdBvXMwNXr3MaPpYNiAnOY_zwsVOsmB-ZTGe45dTc_yNvnDQBz_tgkgl1i38CKXS5FFbQGATkKF01w_5FzemuHiojB86NemY0yikdS5WOh5RvKwn18cIkGbAXMo/s400/6.PNG
5.Sekarang cari folder Video Effect - Color Correction - Lumetri color
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibVpye0nShaSD6JRttZzZ9qAitsnez1WqYRarS7tLdWhnFUr1LBCeqX1lOXYMLnkgJ0wtAmgIzUwtKYJGW4UxMCLNj-Ig0w5hYBLRla1haMKDsgBMdllqkwyEJ4Dk-E9-QNikzgO54M0k/s320/7.PNG
6.Drag effect "Lumetri color nya ke video yang ada di sequence (bukan yang di project)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhND8-nLaaTZ9f34LLPwbJfNmna1i3oJtqz5GHDN6cGP1AyGzfGH2Vl_-WOt4baS9g98K3g-GsK7kqhB6-ujylcHvxA-LXAXVHs-TKnbGLq0lz0TsBMGHZ-RBqgyHxPyykOw_wQiJIdHWU/s320/8.PNG
7.Sesudah itu,kamu pergi ke effect control
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNZRHAfgrTskEzht0SBBkz-8XUyCOiRowvzXf2WqKTx23aSZE_ZJzAPw_0_gJAqKEFTYAo41ETz4ITkMcQMI0iDXbH0exd2cHaXKVwYw_z8gd8JSHrEwoeUmdajXtVPyrnZ4HbQmxJclg/s320/9.PNG
8.Nah sekarang tinggal gunakan kretivitasmu
note:saya tidak bisa memberitahukan bagaimana detailnya,karena setiap video berbeda beda.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSZVryDM5pYoArubX5-RaoXQXQiXjHiLmurarLUppGLz3GjOpYo2suaJq85K6fx9KTQ9NEOzsxaxhYx1coajmbVmaEVyRDeDBIMANnpFfwRSd5KfpULiub2dggOG_WPsGQcygiiYD9l_w/s320/a.PNG
Nah ini adalah perbedaan video sebelum dan sesudah di grading
Sebelum :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEimbBkC0iyj9bowPQ2GqSbJl6TODAkBtL5dMdoHC_UcMuMSxZcHnBt9sEYR-GWXJwoEnPJcG_Jgc6znwD-VC_R7fVggckEqg7QUQEuqNmSIph0X-KLttJ2ZylVrw0POtLqEHHfRt39BjpA/s320/13.PNG
Sesudah :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh8EVEqJH6MldstC6jvGFWK-hoLAjjNYHq7h3qldHrmTZa8HtF6GllVijNdT0yzenPbb-56PujkPQSRSMYWO2aIRPw7UiMrPOqY4PKFtWD1FE2aB51S3rmZd1466JF9fTXFwHoTuc2OxWg/s320/12.PNG
Nah itu dia tips dari saya,mohon maaf bila ada kekurangan,ohiya Tutorial grading pake LUT nya akan segera dipost.jadi tetep stay tune ya

Read More

Istilah-Istilah didalam Perfilmman

Istilah-istilah dalam produksi Film

Acting :

Sebuah proses pemahaman dan penciptaan tentang perilaku dan karakter pribadi dari seseorang yang diperankan

Addes Scenes :

Adegan yang ditambahkan kedalam konsep asli, biasanya diambil setelah film diselesaikan

 Agent (Agent Model) :

Seseorang yang dipekerjakan oleh satu atau lebih talent agency atau serikat pekerja untuk mewakili keanggotaan mereka dalam berbegosiasi kontrak individual yang termasuk gaji, kondisi kerja, dan keuntungan khusus yangtidak termasuk dalam standard guilds atau kontrak serikat kerja. Orang ini diharapkan oleh para aktor/aktris untuk mencarikan mereka pekerjaan dan membangun karir mereka

Anamorphic :

Lensa yang digunakan dalam fotografi untuk memperkecil gambar widescreen ke ukuran 35mm. Proses ini dibalik ketika memproyeksikan hasil akhir film, memunculkan gambar kembali ke ukuran normal pada layarlebar.

Answer Print :

Married Print pertama dari film yang dibuat oleh lab pemroses film, dan kemudian akan digunakan untuk menetapkan standar kualitas film yang akan diedarkan kepada publik.

Apple Box :

Digunakan untuk meninggikan seorang aktor/aktris serta suatu obyek sesuai dengan ketinggian yang tepat untuk pengambilan gambar.

Art Departement :

Bagian artistik. Bertanggung jawab terhadap perancang set film. Seringkali bertanggung jawab untuk keseluruhan desain priduksi. Tugasnya biasanya dilaksanakan dengan kerjasama yang erat dengan sutradara.

Ascpect Ratio :

Perbandingan antara lebar dan tinggi bingkai gambar (frame)
Rasio untuk tayangan televisi adalah 1,33:1 yang artinya lebar frame yang muncul di televisi adalah 1,33 kali dari tinggi.

Art Director :

Seorang asisten sutradara film yang memperhatikan administrasi, hal yang penting sehingga departemen produksi selalumengetahui perkembangan terbaru proses pengambilan film. Ia bertanggung jawab akan kehadiran aktor/aktris pada saat dan tempat yang tepat, dan juga untuk melaksanakan instruksi sutradara.

Available Lighting :

Pengambilan gambar tanpa tambahan cahaya buatan manusia

Audio Visual :

Sebutan untuk perangkat yang menggunakan unsur suara dan gambar

 Art Director :

Pengarah artistik dari sebuah produksi

Asisten Produser :

Seorang yang membantu produser dalam menjalankan tugasnya

Audio Mixing :

Proses penyatuan dan penyelarasan suara dari berbagai macam jenis dan bentuk suara.

Angle :

Sudut pengambilan gambar

Animator :

Sebutan bagi seorang yang berprofesi sebagai pembuat animasi

Audio Effect :

Efek suara

Ambience :

Suara natural dari obyek gambar

Broadcaster :

Sebutan untuk seseorang yang bekerja dalam industri penyiaran

Background :

Latar belakang

Barn Doors :

Pintu berengsel yang dipasangkan di depan lampu studio yang dapat dibuka atau ditutup untuk memunculkan cahaya pada area tertentu di set.

Read More

Fungsi Tripod Untuk Videography

Fungsi Tripod Untuk Videography


Tripod adalah adalah alat stan untuk membantu agar badan kamera bisa berdiri dengan tegak dan tegar. Hal ini dimaksudkan untuk mengurangi kelelahan fotografer dalam mengambil gambar dan mengurangi noise yang ditimbulkan oleh guncangan tangan fotografer.

Kegunaan Tripod

Berguna untuk pemotretan long exposure atau shutter speed rendah
Aturlah kamera Anda dengan kecepatan rana (shutter speed) rendah, contohnya 1/10 detik, 3 detik atau bahkan 25 detik. Setelah itu, potretlah dan lihat hasilnya. Gambar pasti akan mengalami kekaburan, tidak fokus, blur dan sangat tidak memuaskan. Hal itu bukan karena kamera Anda bermasalah, melainkan tidak kuatnya tangan Anda menopang kamera saat digunakan memotret dengan kecepatan rana sangat rendah. Padahal ada banyak sekali variasi foto yang dapat diciptakan dengan kecepatan rana yang rena, seperti efek bulb pada malam hari dan landscape air yang akan terlihat dramatis.
Salah satu cara untuk mengatasi efek blur dan tidak fokus dalam pemotretan kecepatan rana renda adalah dengan menggunakan Tripod. Alat ini mampu membantu kamera Anda berdiri dengan stabil tanpa goncangan dan nantinya Anda akan menghasilkan gambar yang bagus. Tidak masalah tanpa menggunakan Tripod jika Anda menggunakan shutter speed tinggi.

Membantu mencapai angle sulit dalam pemotretan Landscape

Bagi Anda pecinta fotografi Landscape, Tripod adalah salah satu aksesoris kamera yang terpenting. Tripod sangat diperlukan guna melakukan kompoisisi angel maupun aturan rule of third. Selain itu Tripod juga berfungsi untuk menahan getaran atau membantu fotografer mengambil gambar tempat-tempat yang tidak dapat dicapai oleh sang juru gambar.
Read More

Camera Movement

CAMERA MOVEMENT :


1. PANNING

Pergerakan kamera menoleh dari kiri ke kanan atau dari kanan ke kiri.
  • Pan Left          : Pergerakan kamera menoleh kekiri
  • Pan Right        : Pergerakan kamera menoleh ke kanan
panning

2. TILTING

Pergerakan kamera secara vertikal dari atas ke bawah atau dari atas ke bawah, dengan atau tanpa tripod
  • Tilt Up : Pergerakan ke atas
  • Tilt Down : Pergerakan ke bawah
Tilting

3. TRACKING

Pergerakan kamera mendekati atau menjauhi objek ( diam) dengan atau tanpa tripod/dolly.
  • Track in           : Mendekati objek
  • Track out         : Menjauhi objek
Tracking

4. CRAB/DOLLY

Pergerakan kamera dimana kamera digerakkan ke kiri atau ke kanan dengan atau tanpa tripod. Pergerakan kamera yang dilakukan dengan mengikuti objek bergerak, kamera ikut bergerak searah dengan objek.
  • Crab Left        : Kamera bergerak ke kiri
  • Crab Right      : Kamera bergerak ke kanan

5.ZOOMING

Dalam ZOOMING ini yang bergerak bukannya kamera tetapi lensa kamera yang bergerak kedepan atau ke belakang  mendekati/menjauhi objek sementara kamera tidak bergerak.
  • Zoom In          : Lensa bergerak kehadapan (gambar lebih dekat)
  • Zoom Out       : Lensa bergerak kebelakang (gambar lebih jauh)

22568-medium
Read More

Rabu, 02 Januari 2019

Memahami Aperture, ISO dan Sutter Speed

Aperture, ISO dan Shutter Speed


Pada dasarnya, kebanyakan dari kita suka sekali dengan yang namanya memotret. Terbukti dari sekian banyak unggahan foto pada media sosial setiap harinya. Apa lagi dengan adanya kamera smartphone, segala aktivitas bisa dengan cepat didokumentasikan menjadi gambar digital.

Namun sayangnya banyak yang hanya asal-asalan dalam mengambil foto, sehingga foto yang dihasilkan pun biasa-biasa aja meskipun telah menggunakan kamera yang bagus dan mahal harganya. Yuk, kita belajar fotografi, belajar memahami Aperture, Shutter Speed, dan ISO, supaya tahu cara mengatur dan menggunakan kamera dengan baik dan benar. Minimal agar kita lebih kreatif, dan agar tidak selalu menggunakan mode Auto.

 Aperture

Aperture adalah ukuran seberapa besar lensa terbuka (bukaan lensa) saat kita mengambil foto. Jika kita melihat lensa kamera, kita dapat melihat “lubang” atau pembukaan dimana cahaya masuk melaluinya. Ketika kita mengatur aperture pada kamera, kita akan menentukan seberapa besar lubang ini terbuka. Semakin besar lubang terbuka, maka semakin banyak pula cahaya yang akan masuk kedalam sensor kamera, begitu pun sebaliknya.

Aperture atau bukaan dinyatakan dalam satuan f-stop. Sebuah angka yang lebih rendah, seperti f/1.8, menunjukkan bukaan yang lebih lebar, dan f/22, menunjukkan aperture sempit. Semakin kecil angka f-stop berarti semakin besar lubang ini terbuka (dan semakin banyak volume cahaya yang masuk) serta sebaliknya, semakin besar angka f-stop semakin kecil pula lubang terbuka.

ISO


ISO adalah ukuran tingkat sensitivitas sensor kamera terhadap cahaya. Semakin tinggi setting ISO, maka semakin sensitif sensor terhadap cahaya. Sebelum era digital dulu, ketika kita membeli negatif film untuk kamera biasa, kita akan mendapatkan pilihan ISO 100 atau 200 untuk di luar ruangan dan ISO 400 atau 800 untuk dalam ruangan.  Dan pada era kamera digital seperti sekarang ini, ketentuan itu masih tetap berlaku.

Keuntungan dari ISO rendah adalah bahwa cahaya yang mewakili objek foto masuk ke sensor kamera lebih akurat. Jadi foto yang dihasilkan lebih detil. Sedangkan ISO tinggi sangat berguna untuk mengambil foto lebih detil pada keadaan minim cahaya tanpa mengurangi shutter speed atau pelebaran aperture. Namun foto menjadi terlalu terang dan kurang realistis.

Shutter Speed


Ketika kita menekan tombol shutter pada kamera memotret, jendela aperture mengambil sejumlah waktu untuk menutup. Lamanya waktu inilah yang dikenal sebagai shutter speed atau kecepatan rana. Lamanya waktu yang diperlukan adalah sepersekian detik.

Jika kita ingin menangkap benda yang bergerak cepat, maka kita memerlukan waktu paling tidak 1/300 detik. Kita dapat menggunakan shutter speed tercepat, akan tetapi banyak situasi yang mengharuskan kita untuk menggunakan shutter speed yang lebih lambat.

Seperti pada situasi berikut ini: Kita ingin motion blur untuk tujuan artistik, seperti aliran sungai yang blur, sambil menjaga segala sesuatu yang di sekitarnya terlihat tajam dan tidak blur. Untuk mencapai hal ini, kita harus menggunakan shutter speed yang lambat, misalnya 1/30 detik, dan menggunakan aperture yang sempit untuk mencegah exposure yang berlebihan pada foto tersebut.





Read More

Membuat Vidiomu lebih stabil dengan Gimbal

Handheld Video Stabilizer

Apakah itu stabilizer? dan apa fungsinya?

Saya yakin Anda pernah ‘kan menonton sebuah video amatir teror bom Jakarta di Sarinah beberapa saat lalu? Bagaimana hasilnya? Melihat video amatir tersebut, saya yakin kepala Anda akan serasa pening atau bahkan tidak nyaman menontonnya (terlepas dari konten update-nya yang saat itu begitu ingin kita lihat). Benar, banyak gambar yang bergoyang-goyang.

Terlepas dari video tersebut diambil dari keadaan yang mendesak dan darurat, tapi intinya, hasil videonya tidak asyik untuk dinikmati bukan?

Itu karena, saat pengambilan gambar kamera sangat rentan terhadap gerakkan. Coba buktikan sendiri dengan mencoba merekam video dengan berjalan menyusuri obyek, atau bahkan dengan berlari. Bisa dipastikan, hasilnya juga pasti naik turun mengikuti gerak tubuh Anda. Itulah sebabnya, dibutuhkan sebuah handheld video stabilizer untuk mengatasi goyangan tersebut.

Sebuah Handheld video stabilizer sebenarnya adalah mount untuk kamera video yang dikontrol oleh seorang juru kamera (cameraman). Dengan adanya video stabilizer ini, akan memungkinkan kamera untuk bergerak bebas tanpa menghasilkan gambar yang shaking.



Sebenarnya, cara kerja alat ini hanya dengan meredam goyangan saat pengambilan gambar. Jika boleh diasumsikan, alat ini mekanismenya menyerupai sendi peluru yang ada pada hubungan antar tulang gelang bahu dan tulang lengan atas serta antara gelang panggul dan tulang paha manusia. Sehingga ketika alat ini kita gerakkan kemanapun, kamera akan tetap stabil.

Read More

Peralatan Untuk Syuting Video

Ini Peralatan yang Penting dalam pembuatan video

Perkembangan teknologi kamera telah mengubah orang untuk lebih kreatif dalam menghasilkan film pendek atau film indie. Dengan berbekal kamera DSLR, seseorang yang tidak memiliki latar belakang cinematography pun kini leluasa untuk membuat karya film yang layak tonton. Kamera DSLR juga bukan lagi dipandang sebelah mata untuk menghasilkan karya film komersil.

Anda pun bisa melakukannya dengan menggunakan peranti kamera foto atau ponsel untuk membuat karya film atau video documenter sendiri. Tema kehidupan sosial atau human interestcukup banyak bisa dijumpai di sekitar lingkungan Anda. Berikut kami sajikan sejumlah rekomendasi peranti yang bisa Anda gunakan untuk membuat sebuah film atau video dokumenter.

1. Kamera

Kamera menjadi alat utama dalam pembuatan film dokumenter. Saat ini, sebagian besar kamera foto bisa menghasilkan gambar beresolusi tinggi dan memiliki kemampuan merekam video berkualitas HD. Itulah sebabnya banyak yang memanfaatkan kamera DSLR untuk untuk mengurangi bujet produksi sebuah film. Namun ketika akan membuat film atau video documenter dengan menggunakan kamera DSLR pastikan kamera tersebut telah memiliki fitur Image Stabilization.

Adanya fitur Image Stabilizer akan mengurangi gambar yang bergoyang atau blur. Beberapa produsen kamera memiliki istilah masing-masing untuk penyebutan fitur ini. Canon dan Sony menggunakan istilah Image Stabilization (IS) sementara Nikon menggunakan istilah Vibration Reduction).

2. Tripod

Seringkali para videografer pemula tidak membawa peranti tripod saat merekam gambar. Hasilnya pasti bisa ditebak, kualitas gambar akan bergoyang. Jadi yang Anda perlukan saat merekam video documenter adalah tripod yang memiliki video head sekaligus sehingga memudahkan saat akan merekam gambar dengan cepat dan stabil. Anda pilih tripod khusus untuk video, bukan yang untuk fotografi.

Apabila Anda menggunakan smartphone, maka tepat untuk memilih GorillaPod plus peranti aksesori Glidecam atau Steadicam. Ukuran ponsel yang kecil dan segenggam tangan dan bobotnya yang ringan akan memunculkan masalah saat merekam video. Tak peduli seberapa stabil Anda memegangnya, tetap saja akan muncul goyangan saat merekam. Nah Anda memerlukan Steadicam untuk menstabilkannya.

3. Slider Dolly

Cara simpel untuk mendapatkan gerakan layaknya kamera sinematik adalah dengan peranti bernama slider dollySlider ini akan membantu memperoleh gambar yang seolah-olah diambil dari sudut pandang lain. Rekomendasi produk yang bisa Anda pilih adalah Konova K5.

4. Rig



Pada dasarnya DSLR adalah kamera foto sehingga faktor ergonomisnya hanya dirancang untuk kebutuhan memotret. Apabila akan mentransformasi DSLR menjadi kamera video maka perlu tambahan aksesori berupa rig. Namun sayangnya harga rig cenderung lebih mahal daripada harga bodi kamera sendiri.

Apabila Anda ingin merekam video dengan DSLR tanpa membawa tripod atau tidak memungkinkan untuk menggunakan tripod, maka pilih shoulder rig atau monopod. Anda juga bisa menambahkan tilt head pada monopod agar kamera bisa bergerak naik-turun.

5. Lensa

Sebaiknya ketika akan membeli lensa, pilih yang keluaran pabrikan atau sama mereknya dengan kamera Anda. Misalnya Anda menggunakan kamera Nikon, maka pilih lensa Nikkor.

Rekomendasi lensa yang dapat dipilih adalah 28 milimeter f/1.8, 50 milimeter f/1.4 dan 85 milimeter f/1.8. Anda tinggal menyesuaikan dengan kamera yang digunakan.

6. Lighting

Pencahayaan sangat penting untuk menghasilkan gambar video yang tajam. Biasanya lighting yang digunakan di videografi adalah berjenis HMI atau Hydrargyrum Medium-arc Iodide. Namun sayangnya selain mahal juga tidak praktis, sehingga kini disiasati dengan LED.
Ada beberapa jenis lighting LED yang biasa digunakan untuk kamera video, misalnya lampu LED Neewer CN-216 (angka 216 berarti jumlah lampunya), LED Neewer CN-160 atau LED Neewer CN-126 yang harganya lebih murah. Biasanya untuk membuat film dokumenter, setidaknya diperlukan 2 buah lampu LED yang ukurannya sama. Namun Anda perlu tambahan dual mount bracket untuk memasang kedua lampu tersebut secara bersamaan.

7. Audio

Audio adalah aspek penting juga yang perlu diperhatikan saat membuat video dokumenter. Anda juga memerlukan alat perekam suara eksternal. Alat ini sangat vital karena Anda bisa mengambil trek suara lebih jelas daripada hanya mengandalkan microphone kamera yang kualitasnya rendah.
Salah satu sound recorder yang mumpuni dan direkomendasi para videographer adalah Zoom H4N. Perekam suara ini memiliki 4 channel audio recorder, 2 built in Stereo Condensor + 2 external input combo dengan phantom power. Bahkan Zoom H4N hingga saat ini masih menjadi standar sound equipment bagi industri film.
8. Laptop dan Software Editing

Untuk mengedit hasil rekaman video, maka Anda mermelukan komputer yang mumpuni. Anda bisa menggunakan computer desktop atau laptop. Pastikan komputer Anda memiliki spesifikasi prosesor minimal Intel Core i5 dan kapasitas memori (RAM) di atas 8 GB, serta kualitas VGA super yang mampu melakukan proses rendering lancar.
Bicara software editing, Anda bisa memanfaatkan Final Cut Pro, Adobe Premiere, Sony Vegas Pro, Pinnacle Studio, dan After Effect. Ditambah software penyuntingan suara seperti Sound Forge dan Garage Band, maka hasil video dokumenter bertema human interest buatan Anda pasti enak ditonton.


Read More

5 Tips Cara Menjadi Videographer


Bergantung pada di mana Anda berada dalam perjalanan Anda untuk menjadi seorang videografer profesional, Anda dapat memulai dengan salah satu dari tips ini dan hanya beralih ke gairah Anda yang membara untuk videografi untuk membimbing Anda menuju kesuksesan.


1. Mendapatkan kamera vidio yang bagus


Sebagai pemula, Anda mungkin menemukan DSLR atau Mirror Les lebih mudah digunakan daripada camcorder untuk pelatihan videografi Anda. Setelah menghadiri beberapa lokakarya, Anda mungkin akan mendapatkan ide bagus tentang jenis kamera bioskop yang Anda sukai.

Setelah Anda membuat keputusan tentang jenis kamera yang ingin Anda gunakan, Anda dapat mulai memilih dari beragam merek dan model kamera yang memenuhi kebutuhan Anda dalam keserbagunaan dan perekaman video ultra-resolusi tinggi . Apa pun yang Anda pilih, sangat penting bagi Anda untuk belajar cara menggunakan — dan menggunakannya dengan baik.

Anda akan belajar bahwa kamera hanyalah salah satu dari banyak hal yang harus Anda pelajari cara mengoperasikannya. Akan ada slider, derek, rig kamera, dan peralatan teknis lainnya yang Anda harus membiasakan diri dengan, tetapi Anda harus sudah menguasai kamera untuk memanfaatkan sepenuhnya dari setiap set peralatan rekaman video.

2. Dapatkan gelar sarjana terkait
Ketika Anda mulai melamar pekerjaan sebagai videografer, agensi dan perusahaan pembuat film biasanya ingin memastikan pendidikan Anda dengan gelar sarjana yang terkait dengan film atau penyiaran. Untungnya, ada beberapa gelar sarjana yang akan memberi Anda pengalaman berharga dan keterampilan teknis yang diperlukan di bidang ini, seperti yang berikut:

a. Komunikasi
b. Sinematografi
c. Penyiaran
d. Penyuntingan video
e. Teori film
f. Penulisan naskah

3.Temukan seorang mentor

Cari mentor (sesama videografer atau sinematografer profesional) dan kembangkan persahabatan. Selain mendapatkan pengetahuan berharga dari seseorang yang saat ini berkecimpung dalam industri ini, orang ini dapat menjadi sumber inspirasi. Bahkan jika Anda sudah menemukan diri Anda seorang mentor sejak dini, memiliki lebih dari satu bisa sangat bermanfaat bagi karier Anda.

Jika memungkinkan, bantu mentor Anda dalam beberapa proyek mereka. Amati bagaimana mereka bekerja, bagaimana mereka merencanakan dan mengeksekusi tembakan mereka, dan bagaimana mereka mengatasi masalah yang muncul. Magang membuka kemungkinan bekerja sebagai penembak kedua atau mendapatkan rujukan untuk peluang kerja di kemudian hari.

4. Buat film anda sendiri

Menghabiskan waktu pada set film nyata dengan semua orang kreatif ini akan sangat menginspirasi Anda untuk membuat film atau film pendek Anda sendiri untuk melatih tangan Anda dalam mengeksekusi gerakan kamera tertentu dan teknik pembuatan film . Dengan segala cara, biarkan diri Anda terdorong untuk bereksperimen dan menyadari gaya kreatif Anda sendiri. Hubungi teman Anda dan undang mereka untuk memulai proyek film yang bisa Anda gunakan untuk latihan dan untuk membangun portofolio Anda.

Biarkan sutradara dan / atau sinematografer melakukan tugasnya mendikte gaya pemotretan — hanya fokus untuk mengeksekusinya dengan sempurna.

5. Pasar dirimu sendiri

Setelah Anda mengumpulkan koleksi film dan klip pendek, Anda siap untuk mulai mengolah diri Anda sebagai sebuah merek. Buat situs web atau portofolio online tempat Anda dapat memamerkan karya terbaik Anda dan gaya pembuatan film kreatif Anda. Inilah yang akan membantu Anda menonjol dari yang lain dan menetapkan identitas pembuatan film kreatif Anda kepada sutradara.

Perluas wawasan Anda dan manfaatkan akses hari ini ke media massa dengan membagikan situs web atau konten Anda di platform media sosial seperti Facebook dan Instagram. Dengan cara ini, Anda juga meningkatkan pengikut Anda dan membiarkan orang lain membantu mempromosikan pekerjaan Anda melalui "Suka" dan "Berbagi." Jangan lupa untuk meninggalkan detail kontak Anda saat ini di halaman Anda sehingga perusahaan dan klien yang tertarik akan tahu ke mana harus menghubungi Anda!
Read More